Selasa, 28 Agustus 2012

konsep cahaya


Ø  Konsep Cahaya Menurut Einstein

            Teori elektromagnetik klasik tidak dapat menjelaskan fenomena emisi fotolistrik yakni keluarnya electron dari suatu konduktor yang permukaannya kena cahaya. Dalam tahun 1905 Einstein memperluas suatu gagasan yang diketengahkan oleh Max Planck lima tahun sebelumnya dan mempostulasikan bahwa energi dalam seberkas cahaya bukannya terdistribusi melalui ruang di dalam medan listrik dan medan magnet gelombang elektromagnetik  tetapi terkonsentrasi dalam paket-kecil-kecil atau foton. Sifat kegelombangannya tetap ada dalam arti bahwa foton masih dianggap mempunyai frekuensi dan bahwa energi sebuah foton berbanding lurus dengan frekuensinya. Mekanisme efek fotolistrik itu berupa pemindahan energi dari sebuah foton ke sebuah electron. Eksperimen yang dilakukan Milikan membuktikan bahwa energi kinetic fotoelektron cocok sekali dengan rumusan yang dikemukakan oleh Eistein.
Berdasarkan hasil penelitiannya tentang sifat-sifat termodinamika radiasi benda hitam,
Planck menyimpulkan bahwa cahaya dipancarkan dalam bentuk paket-paket kecil yang disebut kuanta. Gagasan Planck ini kemudian berkembang menjadi teori baru dalam fisika yang disebut teori Kuantum. Dengan teori ini, Einstein berhasil menjelaskan peristiwa yang dikenal dengan nama efek foto listrik, yakni pemancaran elektron dari permukaan logam karena logam tersebut disinari cahaya. Jadi dalam kondisi tertentu cahaya menunjukkan sifat sebagai gelombang dan dalam kondisi lain menunjukkan sifat sebagai partikel. Hal ini disebut dualisme cahaya.

Ø  Prinsip cahaya menurut Huygens

Cahaya menurut Newton (1642 - 1727) terdiri dari partikel-partikel ringan berukuran sangat kecil yang dipancarkan oleh sumbernya ke segala arah dengan kecepatan yang sangat tinggi. Sementara menurut Huygens ( 1629 - 1695), cahaya adalah gelombang seperti halnya bunyi. Perbedaan antara keduanya hanya pada frekuensi dan panjang gelombangnya saja.
Dua pendapat di atas sepertinya saling bertentangan. Sebab tak mungkin cahaya bersifat partikel sekaligus sebagai partikel. Pasti salah satunya benar atau keduaduanya salah, yang pasti masing-masing pendapat di atas memiliki kelebihan dan kekurangan. Pada zaman Newton dan Huygens hidup, orang-orang beranggapan bahwa gelombang yang merambat pasti membutuhkan medium. Padahal ruang antara bintang-bintang dan planet-planet merupakan ruang hampa (vakum) sehingga menimbulkan pertanyaan apakah yang menjadi medium rambat cahaya matahari yang sampai ke bumi jika cahaya merupakan gelombang seperti dikatakan Huygens. Inilah kritik orang terhadap pendapat Hygens. Kritik ini dijawab oleh Huygens. Inilah kritik orang terhadap pendapat Huygens. Kritik ini dijawab oleh Huygens dengan memperkenalkan zat hipotetik (dugaan) bernama eter. Zat ini sangat ringan, tembus pandang dan memenuhi seluruh alam semesta. eter membuat cahaya yang berasal dari bintang-bintang sampai ke bumi.
Sampai kira-kira pertengahan abad ke-17 umumnya orang menganggap bahwa cahaya terjadi dari arus korpuskul. Korpuskul-korpuskul ini dikatakan dipancarkan oleh sesuatu sumber cahaya, misalnya matahari atau nyala lilin, lalu merambat keluar. Cahaya dapat menembus bahan yang bening tetapi memantul dari permukaan yang tidak bening. Kalau korpuskul itu memasuki mata, terangsanglah indera penglihatan kita.
Mulai pertengahan aabad ke-17, waktu ahli optika masih berpegang pada teori korpuskul, timbul pikiran baru yang mengatakan bahwa cahaya mungkin merupakan suatu bentuk gerak gelombang. Demikianlah maka dalam tahun 1678 Cristian  Huygens membuktikan bahwa hukum pemantulan dan hokum pembiasan cahaya dapat diterangkan atas dasar teori gelombang , dan bahwa teori ini dapat pula memberikan penjelasan yang mudah dimengerti mengenai pembiasan kembar. Tetapi teori gelombang tersebut lambat beroleh penerimaan. Sebab ada sesuatu keberatan terhadapnya yaitu jika cahaya harus dipandang sebagai gerak gelomabang tentu akan dapat melihat mengitari sudut, karena bukanlah gelombang dapat membelokan garis geraknya sekeliling tiap rintangan yang ada dihadapannya. Sekarang kita tahu bahwa gelombang cahaya itu demikian pendeknya sehingga pembelokan itu, yang memang betul-betul terjadi, sangat kecil sekali dan biasanya tidak dapat diamati. Membeloknya gelombang mengitari tepi sebuah benda, yaitu suatu fenomena yang disebut difraksi (lenturan) sudah pernah dikemukakan oleh grimaldi pada tahun 1665, tetapi pada waktu itu orang belum dapat memahami arti penting perihal yang dikemukakannya itu.
Dewasa ini pandangan bahwa cahaya merupakan gelombang elektromagnetik umum diterima kalangan ilmuwan, walaupun hasil eksperimen Michelson dan Morley di tahun 1905 gagal membuktikan keberadaan eter seperti disangkakan keberadaannya oleh Huygens dan juga Maxwell.

TEORI TERBENTUKNYA TATA SURYA


TEORI TERBENTUKNYA TATA SURYA



Ada dua teori yang mengemukakan ternetuknya tata surya, yaitu:
  1. Golongan Pertama, berpendapat bahwa tata surya berasal dari kabut asap (Nebula). Golongan ini didukung oleh teori kabut (Immanuel Kant dan Peire Simon de Laplace), dan teori planetesimal (Chamberlin dan Moulton).
  2. Golongan Kedua, berpendapatan bahwa tata surya berasal dari materi matahari. Golongan ini didukung oleh teori pasang surut (Buffon), dan teori awan debu (Carl Von Weizsaeckker).

Berikut ini adalah teori-teori terbentuknya Tata Surya.
1. Teori Kabut Asap (NEBULA)
  • Dikemukakan oleh Emmanuel Swedenborg pada tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant pada tahun 1775 dan Piere Marquis Laplace pada tahun 1796.
Tata surya terbentuk melalui tiga tahapan:
1.      Pada mulanya matahari dan planet masih berbentuk kabut yang sangat pekat dan besar.
2.      Kabut tersebut berputar dan berpilin dgn kuat sehingga terjadi emadatan dipusat lingkaran yg selanjutnya membentuk matahari. Pada saat bersamaan tebntuk juga materi lain dgn massa yg lebih kecil dari matahari yg disebut planet dan bergerak mengelilingi matahari.
3.      Materi tesebut terus tumbuh besar dan melakukan gerakan secara teratur mengelilingi matahari yg berada dalam suatu satu orbit dan membentuk susunan yg disebut tata surya.

2. Teori Planetesimal
·         Dikemukakan oleh Thomas C.Chamberlin dan Forest R.Moulton pada tahun 1900. Berikut penjelasan tentang teori tersebut:
1.      Tata surya terbentuk dari kabut pilin. Kabut pilin tersebut terdiri atas butiran material padat yg disebut planetesimal yg mempunyai orbit bebas sehingga terjadi tumpukan. Akibat tumpukan yg berulang dan adanya gravitasi, maka terjadi penumpukaan sehingga menjadi gumpalan lebih besar.
2.      Gumpalan terbesar berada dipuat kabut pilin (matahari) sedangkan yg lebih kecil menjadi planet-planet yg mengelilingi matahari.

3. Teori Pasang Surut
·         Dikemukakan oleh Sir James dan Harold Jeffreys pada tahun 1919.
1.      Ada sebuah bintang besar yg mendekati matahari. Bintang besar tersebut menimblukan kekuatan yg dapat menarik dan melepaskan sebagian massa matahari yg kemudian berputar, selanjutnya perlahan mendingin menjadi planet dan satelit.

4. Teori Awan Debu
·         Dikemukakan oleh Carl Von Weizsaeckker pada tahun 1940, kemudian disempurnakan oleh Gerrard P.Kuioer pada tahun 1950.
1.      Matahari dan planet berasal dari kabut gas yg tersebar tipis-tipis diangkasa dalam jumlah yg banyak.
2.      Karena adanya gaya antarmolekul dalam kabut gas, kabut gas berubah menjadi gumpalan padat. Keadaan tersebut disebabkan oleh gerak gas yg berputar tidak beraturan didalam kumpulan kabut yg secara perlahan gerak tersebut berubah menjadi gerakan memipihkan dan memadatkan kabut. Salah satu gumpalan mengalami pemadatan sitengah (Matahari), sedangkan gumpalan kecil hilang dilingkungan sekitar.

5. Teori Bintang Kembar
·         Dikemukakan oleh R.A.Lyttlen pada tahun 1930.
1.      Matahari itu dulu diduga memiliki sebuah bintang sebagai kembarannya yg kemudian meledak sehingga mengakibatkan terlemparnya sejumlah partikel. Partikel yg terlempar tersebut kemudian mendingin membentuk planet dan satelit yg mengelilingi matahari.


ANGGOTA TATA SURYA
  1. Planet
Berdasarkan jarak terhadap matahari diklafisikasikan sebagai  berikut:
- Planet Dalam, Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
- Planet Luar, Yupiter, SAturnus, Uranus, dan Neptunus.

1.Merkurius
·         Berevolusi selama 88 hari.
·         Tidak mempunyai satelit alami serta atmosfer.
·         Suhu permukaan antara -180°C sampai 430°C.
·         Diameter 40% lebih kecil daripada bumi(4879,4 km)
·         Terdiri dari 70% logam dan 30% silikat.

2. Venus
Keadaan permukaan planet ini sebagian besar berupa dataran rendah dan lereng dan hanya sebagian kecil yg berupa dataran tinggi menyerupai benua di Bumi.
·         Berevolusi selama 225 hari.
·         Atmosfer mengandung 97% karbondioksida dan 3% nitrogen.
·         Temperatur permukaan planet ini mencapai 460°C.

3. Bumi
  • Diperkirakan usianya mencapai 4,6 milyar tahun.
  • Jarak bumi dgn matahari adalah 149,6 juta km.
  • Massa bumi 59.760 milyar ton, dengan luas permukaan 510 juta km².
  • Diameter sepanjang 12.756 km.
  • 70,8% permukaan Bumi diliputi air. Udara Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbondioksida dan gas lain.

4. Mars
Permukaan planet mars terdiri atas dua daerah, yaitu dataran tinggi yg penuh dgn kawah yg di selatan dan daerah yg penuh sgn gunung api yg sudah padam di bagian utara.
·         Beratmosfer tipis yg kandungan utamanya karbondioksida.
·         Mempunyai dua satelit (Deimos dan Phobos).
5. Yupiter
Planet ini tersusun atas hidrogen dan helium cair. Yupiter memiliki sebuah daerah kumpulan awan badai berwarna merah berbentuk oval dan sangat besar.
·         Jarak antara Yupiter dgn Matahari sekitar 778,3 juta km.
·         Diameter sekitar 14.980 km.
·         Memiliki massa 318 kali massa bumi.
·         Periode rotasi sekitar 9,8 jam.
·         Periode revolusi sekitar 11,86 tahun.
·         Atmosfer mengandung hidrogen, helium, metana, dan ammonia.
·         Suhu berkisar dari -140°C sampai 21°C.
·         Memiliki 16 satelit, diantaranya lo, Europa, Ganymede, Callisto.

6. Saturnus
Dengan cincin yg menjulur sekitar 6.630 km hingga 120.700 km atas khatulistiwa Saturnus, dan terdiri daripada bebatuan silikon oksida, oksida besi, dan partikel es dan batu.
·         Berevolusi dalam waktu 29,46 tahun.
·         Setiap 378 hari, Bumi, Saturnus dan Matahari akan berada dalam satu garis lurus.
·         Berotasi sekitar 10 jam 14 menit.
·         Atmosfer tersusun atas gas amonia dan metana.
·         Sejak 2006 memiliki 56 satelit alami, diantaranya adalah Enceladus, Tethys, Dioe, Rhea, Titan, dan Lapetus.

7. Uranus
Merupakan planet yg bagian-bagian berupa es dan batuan serta sedikit helium dan hidrogen. Uranus memiliki atmosfer yg jika dilihat dari bumi tampak berwarna biru kehijauan, berasal dari gas metana dan hidrogen yg mendominasi. Uranus memiliki 18 satelit.

8. Neptunus
Planet ini tampak berwarna biru kehijauan apabila dilihat dari bumi, warna tersebut berasal dari pancaran gas metana pada atmosfernya. Memiliki 8 satelit.


ANGGOTA TATA SURYA SELAIN PLANET
1. Asteroid
Planet-planet kecil yg berada diantara lintasan planet mars dan yupiter yg jumlahnya hingga puluhan ribu. Seperti halnya planet besar, asteroid juga beredar mengelilingi matahari.

2. Satelit
Satelit adalah benda ruang angkasa yg mengelilingi sebuah planet akibat adanya gaya tarik planet tersebut.
Satelit tidak memancarkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yg berasal dari Matahari. Contohnya adalah Titan (Saturnus).

Senin, 27 Agustus 2012

TRANSFORMATOR



Transformator atau transformer atau trafo adalah komponen elektromagnet yang dapat mengubah taraf suatu tegangan AC ke taraf yang lain


Transformator step-down
Prinsip kerja
Transformator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Tegangan masukan bolak-balik yang membentangi primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung dengan lilitan sekunder. Fluks bolak-balik ini menginduksikan GGL dalam lilitan sekunder. Jika efisiensi sempurna, semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan ke lilitan sekunder.


Hubungan Primer-Sekunder



Kerugian dalam transformator


Perhitungan diatas hanya berlaku apabila kopling primer-sekunder sempurna dan tidak ada kerugian, tetapi dalam praktek terjadi beberapa kerugian yaitu:

  1. kerugian tembaga. Kerugian I^2\,R dalam lilitan tembaga yang disebabkan oleh resistansi tembaga dan arus listrik yang mengalirinya.
  2. Kerugian kopling. Kerugian yang terjadi karena kopling primer-sekunder tidak sempurna, sehingga tidak semua fluks magnet yang diinduksikan primer memotong lilitan sekunder. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan secara berlapis-lapis antara primer dan sekunder.
  3. Kerugian kapasitas liar. Kerugian yang disebabkan oleh kapasitas liar yang terdapat pada lilitan-lilitan transformator. Kerugian ini sangat memengaruhi efisiensi transformator untuk frekuensi tinggi. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan primer dan sekunder secara semi-acak (bank winding)
  4. Kerugian histeresis. Kerugian yang terjadi ketika arus primer AC berbalik arah. Disebabkan karena inti transformator tidak dapat mengubah arah fluks magnetnya dengan seketika. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggunakan material inti reluktansi rendah.
  5. Kerugian efek kulit. Sebagaimana konduktor lain yang dialiri arus bolak-balik, arus cenderung untuk mengalir pada permukaan konduktor. Hal ini memperbesar kerugian kapasitas dan juga menambah resistansi relatif lilitan. Kerugian ini dapat dikurang dengan menggunakan kawat Litz, yaitu kawat yang terdiri dari beberapa kawat kecil yang saling terisolasi. Untuk frekuensi radio digunakan kawat geronggong atau lembaran tipis tembaga sebagai ganti kawat biasa.
  6. Kerugian arus eddy (arus olak). Kerugian yang disebabkan oleh GGL masukan yang menimbulkan arus dalam inti magnet yang melawan perubahan fluks magnet yang membangkitkan GGL. Karena adanya fluks magnet yang berubah-ubah, terjadi olakan fluks magnet pada material inti. Kerugian ini berkurang kalau digunakan inti berlapis-lapisan.

Efisiensi

Efisiensi transformator dapat diketahui dengan rumus \eta=\frac{P_o}{P_i}\,100% Karena adanya kerugian pada transformator. Maka efisiensi transformator tidak dapat mencapai 100%. Untuk transformator daya frekuensi rendah, efisiensi bisa mencapai 98%


Jenis-jenis transformator


Transformator step-up adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan. Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh.

Transformator step-down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan. Transformator jenis ini sangat mudah ditemui, terutama dalam adaptor AC-DC.


Autotransformator


Transformator jenis ini hanya terdiri dari satu lilitan yang berlanjut secara listrik, dengan sadapan tengah. Dalam transformator ini, sebagian lilitan primer juga merupakan lilitan sekunder. Fasa arus dalam lilitan sekunder selalu berlawanan dengan arus primer, sehingga untuk tarif daya yang sama lilitan sekunder bisa dibuat dengan kawat yang lebih tipis dibandingkan transformator biasa. Keuntungan dari autotransformator adalah ukuran fisiknya yang kecil dan kerugian yang lebih rendah daripada jenis dua lilitan. Tetapi transformator jenis ini tidak dapat memberikan isolasi secara listrik antara lilitan primer dengan lilitan sekunder.

Selain itu, autotransformator tidak dapat digunakan sebagai penaik tegangan lebih dari beberapa kali lipat (biasanya tidak lebih dari 1,5 kali)

Autotransformator variabel


skema autotransformator variabel
Autotransformator variabel sebenarnya adalah autotransformator biasa yang sadapan tengahnya bisa diubah-ubah, memberikan perbandingan lilitan primer-sekunder yang berubah-ubah.

Autotransformator variabel

Transformator isolasi memiliki lilitan sekunder yang berjumlah sama dengan lilitan primer, sehingga tegangan sekunder sama dengan tegangan primer. Tetapi pada beberapa desain, gulungan sekunder dibuat sedikit lebih banyak untuk mengkompensasi kerugian. Transformator seperti ini berfungsi sebagai isolasi antara dua kalang. Untuk penerapan audio, transformator jenis ini telah banyak digantikan oleh kopling kapasitor.


Transformator pulsa

Transformator pulsa adalah transformator yang didesain khusus untuk memberikan keluaran gelombang pulsa. Transformator jenis ini menggunakan material inti yang cepat jenuh sehingga setelah arus primer mencapai titik tertentu, fluks magnet berhenti berubah. Karena GGL induksi pada lilitan sekunder hanya terbentuk jika terjadi perubahan fluks magnet, transformator hanya memberikan keluaran saat inti tidak jenuh, yaitu saat arus pada lilitan primer berbalik arah.


Transformator tiga fase

Transformator tiga fase sebenarnya adalah tiga transformator yang dihubungkan secara khusus satu sama lain. Lilitan primer biasanya dihubungkan secara bintang (Y) dan lilitan sekunder dihubungkan secara delta (\Delta).

MULTIMETER


Multimeter adalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOM (Volt/Ohm meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun arus (amper-meter). Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multi-meter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter analog. Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC, maupun listrik DC.

MOTOR LISTRIK


Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi energi listrik disebut generator atau dinamo. Motor listrik dapat ditemukan pada peralatan rumah tangga seperti kipas angin, mesin cuci, pompa air dan penyedot debu.
Motor listrik yang umum digunakan di dunia Industri adalah motor listrik asinkron, dengan dua standar global yakni IEC dan NEMA. Motor asinkron IEC berbasis metrik (milimeter), sedangkan motor listrik NEMA berbasis imperial (inch), dalam aplikasi ada satuan daya dalam horsepower (hp) maupun kiloWatt(kW).
Motor listrik IEC dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan efisiensi yang dimilikinya, sebagai standar di EU, pembagian kelas ini menjadi EFF1, EFF2 dan EFF3. EFF1 adalah motor listrik yang paling efisien, paling sedikit memboroskan tenaga, sedangkan EFF3 sudah tidak boleh dipergunakan dalam lingkungan EU, sebab memboroskan bahan bakar di pembangkit listrik dan secara otomatis akan menimbulkan buangan karbon yang terbanyak, sehingga lebih mencemari lingkungan.
Standar IEC yang berlaku adalah IEC 34-1, ini adalah sebuah standar yang mengatur rotating equipment bertenaga listrik. Ada banyak pabrik elektrik motor, tetapi hanya sebagian saja yang benar-benar mengikuti arahan IEC 34-1 dan juga mengikuti arahan level efisiensi dari EU.
Banyak produsen elektrik motor yang tidak mengikuti standar IEC dan EU supaya produknya menjadi murah dan lebih banyak terjual, banyak negaraberkembang manjdi pasar untuk produk ini, yang dalam jangka panjang memboroskan keuangan pemakai, sebab tagihan listrik yang semakin tinggi setiap tahunnya.
Lembaga yang mengatur dan menjamin level efisiensi ini adalah CEMEP, sebuah konsorsium di Eropa yang didirikan oleh pabrik-pabrik elektrik motor yang ternama, dengan tujuan untuk menyelamatkan lingkungan dengan mengurangi pencemaran karbon secara global, karena banyak daya diboroskan dalam pemakaian beban listrik.
Sebagai contoh, dalam sebuah industri rata-rata konsumsi listrik untuk motor listrik adalah sekitar 65-70% dari total biaya listrik, jadi memakai elektrik motor yang efisien akan mengurangi biayaoverhead produksi, sehingga menaikkan daya saing produk, apalagi dengan kenaikan tarif listrik setiap tahun, maka pemakaian motor listrik EFF1 sudah waktunya menjadi keharusan
 

Prinsip kerja motor listrik

Pada motor listrik tenaga listrik diubah menjadi tenaga mekanik. Perubahan ini dilakukan dengan mengubah tenaga listrik menjadi magnet yang disebut sebagai elektro magnet. Sebagaimana kita ketahui bahwa : kutub-kutub dari magnet yang senama akan tolak-menolak dan kutub-kutub tidak senama, tarik-menarik. Maka kita dapat memperoleh gerakan jika kita menempatkan sebuah magnet pada sebuah poros yang dapat berputar, dan magnet yang lain pada suatu kedudukan yang tetap


Anggapan Dasar Fisika Klasik


Fisika Modern merupakan sebuah era fisika baru yang ditengarai dimulai per 1900-an. Ia lahir dengan meruntuhkan anggapan-anggapan yang sudah mapan dalam fisika klasik. Laiknya situasi politik, tentu saja, para fisikawan dibuat kalang kabut dengan keyakinan-keyakinan yang hendak diruntuhkan oleh keyakinan baru dalam fisika. Fisikawan-fisikawan yang tak turut dengan perubahan keyakinan ini bisa dikata sebagai fisikawan-fisikawan penganut status quo.


Era sebelum fisika modern dikenal sebagai fisika klasik. Tokoh-tokoh besarnya antara lain Descartes, Galileo, Johannes Keppler, Isaac Newton,  James Clerk Maxwell, Thomas Young, Fresnell, dan juga Huygens . Fisika klasik kokoh dengan seperangkat keyakinan-keyakinannya. Ada 6 keyakinan (anggapan) yang menjadi sokoguru fisika klasik. Anggapan-anggapan itu yakni:


  1. Alam semesta mirip mesin raksasa dalam kerangka ruang-waktu mutlak. Gerakan rumit bisa dipandang sebagai paduan gerakan sederhana dari bagian-bagian penyusunnya, sekalipun bagian-bagian tersebut tidak bisa dilukiskan.
  2. Hk Newton menyimpulkan setiap gerak memiliki sebab. Jika sebuah benda bergerak, kita selalu bisa mencari penyebabnya, ini sebab-akibat yang sudah tidak dipertanyakan lagi.
  3. Jika sekarang diketahui keadaan gerak suatu titik, bisa ditentukan gerak di sebarang titik pada masa depan, bahkan masa lalu. Rentetan kejadian yang begitu pasti ini hanyalah konsekuensi dari sebab-sebab sebelumnya. Inilah determinisme.
  4. Sifat-sifat cahaya bisa dilukiskan secara lengkap dengan teori gelombang elektromagnetik Maxwell  dan dibuktikan oleh Thomas Young yang pola interferensi dalam percobaan celah-ganda 1802.
  5. Energi yang bergerak bisa dilukiskan dengan 2 model fisik: pertama adalah partikel, digambarkan sebagai bola pejal seperti bola golf, kedua gelombang, terlihat seperti ombak di permukaan laut. Keduanya terpisah dan berdiri sendiri. Artinya, energi bisa dinyatakan sebagai partikel atau gelombang.
  6. Mungkin saja untuk mengukur sifat sistem –misalnya temperatur dan kecepatannya- dengan ketelitian tak terbatas. Pengamat hanya perlu mengatur ketelitian yang diinginkan atau menyesuaikan ketelitian yang diperoleh secara teoretik. Sistem atomik pun tidak terkecuali.

Prasasti Runtuhnya Fisika Klasik


Fisika klasik memiliki 6 anggapan dasar. Kala itu, bangunan fisika semuanya ditegakkan di atas 6 pondasi ini. Segala hal yang ditemui di alam nyata selalu dikembalikan dan berusaha dijelaskan dengan berdasarkan apada anggapan tersebut. Segala teori dan perkiraan yang menyelisihi anggapan ini dengan segera akan diremehkan, ditentang dan akhirnya bisa jadi juga ditendang dari panggung fisika. Anggapan-anggapan ini adalah:
  1. Reduksionisme. Alam semesta mirip mesin raksasa dalam ruang-waktu mutlak. Gerakan rumit dipandang sebagai gerakan sederhana dari bagian2 penyusunnya, sekalipun bagian-bagaian tersebut tidak bisa dilukiskan.
  2. Kausalitas. Hukum Newton menyimpulkan tiap gerak selalu punya sebab. Jika suatu benda bergerak, kita selalu bisa mencari penyebabnya. Ini sebab akibat yang tidak lagi dipertanyakan lagi.
  3. Determinisme. Jika sekarang diketahui keadaan gerak suatu partikel, maka gerakannya dapat diketahui juga pada sebarang titik di masa depan dan masa lalu.
  4. Cahaya sebagai gelombang. Sifat-sifat cahaya bisa dilukiskan secara lengkap dengan teori gelombang elektromagnetika Maxwell (dibuktikan Thomas Young 1802, interferensi celah ganda)
  5. Partikel vs gelombang. Energi yang bergerak dapat dilukiskan dalam 2 model: partikel, gelombang. Keduanya terpisah.
  6. Pengukuran yang teliti. Sifat sistem dapat diukur dengan ketelitian tak terbatas, termasuk sistem atomik.

Para fisikawan meyakini kebenaran, kesahihan dan kehandalan semua anggapan tadi. Anggapan ini diyakini secara mutlak. Anggapan ini juga menjadi tolok ukur apakah sebuah pendapat baru dalam fisika akan diterima atau tidak. Tiap kali ada pendapat baru yang beda dengan anggapan ini, pendapat baru itu akan menjadi pandangan minor, dianggap menyimpang. Namun, setelah mengalami perang fisika selama hampir tiga dasawarsa, 1900-1930, para fisikawan akhirnya meragukan anggapan tersebut. Peristiwa ini terjadi dalam sebuah konferensi terbatas para fisikawan sekira 29 orang saja, di sebuah hotel di kota Brussel Belgia, Hotel Metropole, 24 Oktober 1927. 



[BARIS BELAKANG] A P, Émile Henriot, Paul Ehrenfest, Édouard Herzen, Théophile de Donder, Erwin Schrödinger (1887-1961: 44 th), J-ÉVerschaffelt, Wolfgang Pauli (1900-1958: 27 th), Werner Heisenberg (1902-1976: 25 th), Ralph HF, Léon Brillouin,

[BARIS TENGAH] Peter Debye, M Knudsen, William Lawrence Bragg, HA Kramers, Paul Dirac (1902-1984: 25 th), Arthur Compton, Louis de Broglie (1892-1987: 35 th), Max Born (1882-1970: 45 th), Niels Bohr (1885-1962: 42 th),

[BARIS DEPAN] I Langmuir, Max Planck (1858-1947: 69 th), Marie Curie (1867-1934: 60 th), Hendrik Lorentz, Albert Einstein (1879-1955: 48 th), Paul Langevin, CE Guye, CTR Wilson, O W Richardson


Pertemuan terbatas para fisikawan itu dikenal sebagai Konferensi Solvay yang kelima. Topik utama yang dibahas adalah elektron dan foton. Empat konferensi Solvay sebelumnya membahas teori radiasi dan kuanta (1911), struktur materi (1913), atom dan elektron (1921), konduktivitas listrik logam dan masalah diseputarnya (1924). Seluruh konferensi Solvay tersebut diketuai oleh Hendrik Lorentz, seorang fisikawan dari  Leiden,  Negeri Belanda. Konferensi Solvay yang terakhir diselengarakan pada tahun 2008. Ini konferensi Solvay yang ke-24. Ia membahas teori kuantum untuk material mampat, diketuai oleh Bertrand Halperin, seorang fisikawan Harvard.

Lima konferensi Solvay yang pertama merupakan pertemuan paling penting bagi perkembangan fisika abad ke-20. Nama konferensi ini, Solvay, merujuk nama seorang praktisi industri dari Belgia, Ernest Solvay (1838-1922). Meski Solvay praktisi industri, tapi ia ramah dan punya kepedualian besar pada perkembangan ilmu dasar macam fisika dan kimia. Ia yang memberikan sponsor buat terselenggaranya pertemuan-pertemuan itu. Konferensi Solvay untuk bidang kimia pertama kalinya diselenggarakan pada 1922. Solvay, orang kaya yang tidak pelit terhadap perkembangan ilmu.


Dalam konferensi Solvay yang paling fenomenal itu, fisikwan yang paling tua adalah Max Planck (1858-1947). Kala itu usianya sudah hampir berkepala 7, 69 tahun. Sementara fisikawan yang paling belia adalah Werner Heisenberg (1902-1976) dan Paul Dirac (1902-1984). Keduanya baru saja menginjak usia 25 tahun. Dari seluruh 29 fisikawan, ada satu fisikawan yang jelita. Ia adalah Marie Curie (1867-1934), usia 60 tahun.

Konferensi Solvay sangat fenomenal. Ia dihadiri oleh 9 begawan fisika kuantum yang semuanya mendapat anugerah nobel fisika. Ini adalah peristiwa langka. Pada konferensi inilah, perdebatan bersejarah antara Bohr dan Einstein berlangsung. Einstein merupakan penganut keyakinan bahwa alam ini indah secara matematis. Keyakinan ini punya akar pada perdaban Yunani. Phytagoras dari Samos pernah bilang, segenap alam adalah bilangan. Di sini, Einstein menyanggah tafsiran Bohr. Dunia kuantum yang dipahami ala Bohr kemudian dikenal sebagai madzhab Kopenhagen. Eintein tak sependapat dengan itu. Katanya, "Tuhan tak bermain dadu di alam semesta ini".

Hari Ahad, 27 Oktober 1927, seusai sesi pemotretan, mereka pulang dengan memendam perdebatan bersejarah antara Einstein dan Bohr. Heisenberg dan Bohr pulang ke kota Copenhagen, Denmark. Dirac balik ke Cambridge, Inggris. Pangeran de Broglie kembali ke Paris, Perancis. Pauli ke kota Zurich, Swiss. Sedangkan Einstein, Planck, Schrodinger ke Berlin dan Max Born ke Goettingen, semuanya di Jerman.  Mereka mengemban gagasan paling menakjubkan yang pernah dibuat para ilmuwan. Seusai perang fisika 3 dasawarsa, konferensi Solvay 1927 kemudian menjadi penanda runtuhnya fisika klasik. Konferensi Solvay 1927 telah menjadi prasasti.

Sumber : http://rachmadresmi.blogspot.com/2011/04/prasasti-runtuhnya-fisika-klasik.html

SEJARAH TEORI EVOLUSI






            Akar pemikiran evolusionis muncul sezaman dgn keyakinan dogmatis yg berusaha keras mengingkari penciptaan. Mayoritas filsuf penganut pagan di zaman Yunani kuno mempertahankan gagasan evolusi. Jika kita mengamati sejarah filsafat kita akan melihat bahwa gagasan evolusi telah menopang banyak filsafat pagan. Akan tetapi bukan filsafat pagan kuno ini yg telah berperan penting dalam kelahiran dan perkembangan ilmu pengetahuan modern melainkan keimanan kepada Tuhan. Pada umumnya mereka yg mempelopori ilmu pengetahuan modern mempercayai keberadaan-Nya. Seraya mempelajari ilmu pengetahuan mereka berusaha menyingkap rahasia jagat raya yg telah diciptakan oleh Tuhan dan mengungkap hukum-hukum dan detail-detail dalam ciptaan-Nya. Ahli astronomi seperti Leonardo da Vinci Copernicus Keppler dan Galileo bapak palentologi; Cuvier perintis botani dan zoologi Linnaeus dan Isaac Newton yg dijuluki sebagai “ilmuwan terbesar yg pernah ada” semua mempelajari ilmu pengetahuan dgn tidak hanya meyakini keberadaan Tuhan tetapi juga bahwa keselurohan alam semesta adl hasil ciptaan-Nya.
            Albert Einstein yg dianggap sebagai orang paling jenius di zaman kita adl seorang ilmuwan yg mempercayai Tuhan dan menyatakan “Saya tidak bisa membayangkan ada ilmuwan sejati tanpa keimanan mendalam seperti itu. Ibaratnya ilmu pengetahuan tanpa agama akan pincang.” Salah seorang pendiri fisika modern dokter asal Jerman Max Planck mengatakan bahwa tiap orang yg mempelajari ilmu pengetahuan dgn sungguh-sungguh akan membaca pada gerbang istana ilmu pengetahuan sebuah kata “berimanlah”. Keimanan adl atribut penting seorang ilmuwan. Teori evolusi merupakan buah filsafat materialistis yg muncul bersamaan dgn kebangkitan filsafat-filsafat materialistis kuno dan kemudian menyebar luas di abad ke-19. Seperti telah disebutkan sebelumnya paham materialisme berusaha menjelaskan alam semesta melalui faktor-faktor materi. Karena menolak penciptaan pandangan ini menyatakan bahwa segala sesuatu hidup atau tidak hidup muncul tidak melalui penciptaan tetapi dari sebuah peristiwa kebetulan yg kemudian mencapai kondisi teratur.
            Akan tetapi akal manusia sedemikian terstruktur sehingga mampu memahami keberadaan sebuah kehendak yg mengatur di mana pun ia menemukan keteraturan. Filsafat materialistis yg bertentangan dgn karakteristik paling mendasar akal manusia ini memunculkan teori evolusi di pertengahan abad ke-19. Khayalan Darwin Orang yg mengemukakan teori evolusi sebagaimana yg dipertahankan dewasa ini adl seorang naturalis amatir dari Inggris Charles Robert Darwin. Darwin tidak pernah mengenyam pendidikan formal di bidang biologi. Ia hanya memiliki ketertarikan amatir pada alam dan makhluk hidup. Minat tersebut mendorongnya bergabung secara sukarela dalam ekspedisi pelayaran dgn sebuah kapal bernama H.M.S. Beagle yg berangkat dari Inggris tahun 1832 dan mengarungi berbagai belahan dunia selama lima tahun. Darwin muda sangat takjub melihat beragam spesies makhluk hidup terutama jenis-jenis burung finch tertentu di kepulauan Galapagos. Ia mengira bahwa variasi pada paroh burung-burung tersebut disebabkan oleh adaptasi mereka terhadap habitat. Dengan pemikiran ini ia menduga bahwa asal-usul kehidupan dan spesies berdasar pada konsep “adaptasi terhadap lingkungan”. Menurut Darwin aneka spesies makhluk hidup tidak diciptakan secara terpisah oleh Tuhan tetapi berasal dari nenek moyang yg sama dan menjadi berbeda satu sama lain akibat kondisi alam. Hipotesis Darwin tidak berdasarkan penemuan atau peneliteian ilmiah apa pun tetapi kemudian ia menjadikannya sebuah teori monumental berkat dukungan dan dorongan para ahli biologi materialis terkenal pada masanya.
            Gagasannya menyatakan bahwa individu-individu yg beradaptasi pada habitat mereka dgn cara terbaik akan menurunkan sifat-sifat mereka kepada generasi berikutnya. Sifat-sifat yg menguntungkan ini lama kelamaan terakumulasi dan mengubah suatu individu menjadi spesies yg sama sekali berbeda dgn nenek moyangnya . Menurut Darwin manusia adl hasil paling maju dari mekanisme ini. Darwin menamakan proses ini “evolusi melalui seleksi alam”. Ia mengira telah menemukan “asal-usul spesies” suatu spesies berasal dari spesies lain. Ia memublikasikan pandangannya ini dalam bukunya yg berjudul The Origin of Spesies By Means of Natural Selectionpada tahun 1859. Darwin sadar bahwa teorinya menghadapi banyak masalah. Ia mengakui ini dalam bukunya pada bab Difficulties of the Theory. Kesulitan-kesulitan ini terutama pada catatan fosil dan organ-organ rumit makhluk hidup. Darwin berharap kesulitan-kesulitan ini akan teratasi oleh penemuan-penemuan baru tetapi bagaimanapun ia tetap mengajukan sejumlah penjelasan yg sangat tidak memadai utk sebuah kesulitan tersebut. Seorang ahli Fisika Amerika Lipson mengomentari “kesulitan-kesulitan”   Darwin tersebut “Ketika membaca The Origin of Spesies saya mendapati bahwa Darwin sendiri tidak seyakin yg sering dikatakan orang tentangnya; bab Difficulties of The Theory misalnya menunjukkan keragu-raguannya yg cukup besar. Sebagai seorang fisikawan saya secara khusus merasa terganggu oleh komentarnya mengenai bagaimana mata terbentuk.” Saat menyusun teorinya Darwin terkesan dgn para ahli biologi evolusionis sebelumnya terutama seorang ahli biologi Prancis Lamarck. Menurut Lamark makhluk hidup mewariskan ciri-ciri yg mereka dapatkan selama hidupnya dari satu generasi ke generasi berikutnya sehingga terjadilah evolusi. Sebagai contoh jerapah berevolusi dari binatang yg menyerupai antelop. Perubahan ini terjadi dgn memanjangkan leher mereka sedikit demi sedikit dari generasi ke generasi ketika berusaha menjangkau dahan yg lbh tinggi utk memperoleh makanan. Darwin menggunakan hipotesis Lamarck tentang “pewarisan sifat-sifat yg diperoleh” sebagai faktor yg menyebabkan makhluk hidup berevolusi. Namun Darwin dan Lamarck telah keliru sebab pada masa mereka kehidupan hanya dapat dipelajari dgn teknologi yg sangat primitif dan pada tahap yg sangat tidak memadai. Bidang-bidang ilmu pengetahuan seperti genetika dan biokimia belum ada sekalipun hanya nama. Karena itu teori mereka harus bergantung sepenuhnya pada kekuatan imajinasi.
            Pada saat gema buku Darwin tengah berkumandang seorang ahli botana Austria bernama Gregor Mendel menemukan hukum penurunan sifat pada tahun 1865. Meskipun tidak banyak dikenal orang hingga akhir abad ke-19 penemuan Mendel mendapat perhatian besar di awal tahun 1900-an. Inilah awal kelahiran ilmu genetika. Beberapa waktu kemudian struktur gen dan kromosom ditemukan. Pada tahun 1950-an penemuan struktur molekul DNA yg berisi informasi genetis menghempaskan teori evolusi ke dalam krisis. Alasannya adl kerumitan luar biasa dari kehidupan dan ketidakabsahan mekanisme evolusi yg diajukan Darwin.
            Perkembangan ini mestinya membuat teori Darwin terbuang dalam keranjang sampah sejarah. Namun ini tidak terjadi krn ada kelompok-kelompok tertentu yg bersikeras merivisi memperbarui dan mengangkat kembali teori ini pada kedudukan ilmiah. Kita dapat memahami maksud upaya-upaya tersebut hanya jika menyadari bahwa di belakang teori ini terdapat tujuan idiologis bukan sekadari kepentingan ilmiah. Usaha Putus Asa Neodarwinisme Teori Darwin jatuh terpuruk dalam krisis krn hukum-hukum genetika yg ditemukan pada perempatan pertama abad ke-20. Meskipun demikian sekelompok ilmuwan yg bertekat bulat tetap setia kepada Darwin berusaha mencari jalan keluar. Mereka berkumpul dalam sebuah pertemuan yg diadakan oleh Geological Society of America pada tahun 1941. Ahli genetika seperti G. Ledyard Stebbins dan Theodosius Dobzhansky; ahli zoologi seperti Ernst Mayr dan Julian Huxley; ahli paleontologi seperti George Gaylord Simpson dan Glenn L. Jepsen; ahli genetika matematis seperti Ronald Fisher dan Sewal Right setelah pembicaraan panjang akhirnya menyetujui cara-cara utk “menambali” sulam darwinisme. Kader-kader ini berfokus pada pertanyaan tentang asal-usul variasi menguntungkan yg diasumsikan menjadi penyebab makhluk hidup berevolusi-sebuah masalah yg tidak bisa dijelaskan oleh Darwin sendiri dan dielakkan dgn bergantung pada teori Lamarck. Gagasan mereka kali ini adl “mutasi acak”.
            Mereka menamakan teori baru ini “Teori Evolusi Sintesis Modern” yg dirumuskan dgn manambahkan konsep mutasi pada teori seleksi alam Darwin. Dalam waktu singkat teori ini dikenal sebagai neodarwinisme dan mereka yg mengemukakan ini disebut neodarwinis. Beberapa dekade berikutnya era perjuangan berat utk membuktika kebenaran neodarwinisme. Telah diketahui bahwa mutasi atau “kecelakaan” yg terjadi pada gen-gen makhluk hidup selalu membahayakan. Neodarwinis berupaya memberikan contoh “mutasi yg menguntungkan” dgn melakukan ribuan eksperimen mutasi. Akan tetapi semua upaya mereka berakhir dgn kegagalan total. Mereka juga berupaya membuktikan bahwa makhluk hidup pertama muncul secara kebetulan di bawah kondisi-kondisi bumi primitif seperti yg diasumsikan teori tersebut. Akan tetapi eksperimen-eksperimen ini pun menemui kegagalan. Setiap eksperimen yg bertujuan membutktikan bahwa kehidupan dapat dimunculkan secara kebetulan telah gagal. Perhitungan probabilitas membuktikan bahwa tidak ada satu pun protein yg merupakan molekul penyusun kehidupan dapat muncul secara kebetulan. Begitu pula sel yg menurut anggapan evolusionis muncul secara kebetulan pada kondisi bumi primitif dan tidak terkendali tidak dapat disintesis oleh laboratorium-labotarium abad ke-20 yg tercanggih sekalipun.
             Teori neodarwinis telah ditumbangkan pula oleh catatan fosil. Tidak pernah ditemukan di belahan dunia mana pun “bentuk-bentuk transisi” yg diasumsikan teori neodarwinis sebagai bukti evolusi bertahap pada makhluk hidup dari spesies primitif ke spesies lbh maju. Begitu pula perbandingan anatomi menunjukkan bahwa spesies yg diduga telah berevolusi dari spesies lain ternyata memiliki ciri-ciri anatomi yg sangat berbeda sehingga mereka tidak mungkin menjadi nenek moyang dan keturunannya. Neodarwinisme memang tidak pernah menjadi teori ilmiah tetapi merupakan sebuah dogma ideologis kalau tidak bisa disebut sebagai semacam “agama”. Oleh krn itu pendukung teori evolusi masih saja mempertahankannya meskipun bukti-bukti berbicara lain. Tetapi ada satu hal yg mereka sendiri tidak sependapat yaitu model evolusi mana yg “benar” dari sekian banyak model yg diajukan. Salah satu terpenting dari model-model tersebut adl sebuah skenario fantastis yg disebut“punctuated equilibrium” Coba-Coba Punctuated Equilibrium Sebagian ilmuwan yg mempercayai teori evolusi menerima teori neodarwinis bahwa evolusi terjadi secara perlahan dan bertahap.
            Pada beberapa dekade terakhir ini telah dikemukakan sebuah model lain yg dinamakan“puntuated equilibrium”. Model ini menolak gagasan Darwin tentang evolusi yg terjadi secara kumulatif dan sedikit demi sedikit. Sebaliknya model ini menyatakan evolusi terjadi dalam “loncatan” besar yg diskontinu. Pembela fanatik pendapat ini pertama kali muncul pada awal tahun 1970-an. Awalnya dua orang ahli paleontologi Amerika Niles Eldredge dan Stephen Jay Gould sangat sadar bahwa pernyataan neodarwinis telah diruntuhkan secara absolut oleh catatan fosil. Fosil-fosil telah membuktikan bahwa makhluk hidup tidak berasal dari evolusi bertahap tetapi muncul tiba-tiba dan sudah terbentuk sepenuhnya. Hingga sekarang neodarwinis senantiasa berhadap bahwa bentuk peralihan yg hilang suatu hari akan ditemukan. Eldrede dan Gould menyadari bahwa harapan ini tidak berdasar namun di sisi lain mereka tetap tidak mampu meninggalkan dogma evolusi. Karena itulah akhirnya mereka mengemukakan sebuah model baru yg disebut puntuated equilibrium tadi. Inilah model yg menyatakan bahwa evolusi tidak terjadi sebagai hasil dari variasi minor namun dalam perubahan besar dan tiba-tiba. Model ini hanya sebuah khayalan. Sebagai contoh O.H. Shindewolf seorang ahli paleontologi dari Eropa yg merintis jalan bagi Eldredge dan Gould menyatakan bahwa burung pertama muncul dari sebutir telur reptil sebagai “mutasi besar-besaran” yakni akibat “kecelakaan” besar yg terjadi pada struktur gen. Menurut teori tersebut seekor binatang darat dapat menjadi paus raksasa setelah mengalami perubahan menyeluroh secara tiba-tiba.
            Pernyataan yg sama sekali bertentangan dgn hukum-hukum genetika biofisika dan biokimia ini sama ilmiahnya dgn dongen katak yg menjadi pangeran! Dalam ketidakberdayaan krn pandangan neodarwinis terpuruk dalam krisis sejumlah ahli paleontologi pro-evolusi mempercayai teori ini teori baru yg bahkan lbh ganjil daripada neodarwinisme itu sendiri. Satu-satunya tujuan model ini adl memberi penjelasan utk mengisi celah dalam catatan fosil yg tidak dapat dijelaskan model neodarwinis. Namun usaha menjelaskan kekosongan fosil dalam evolusi burung dgn pernyataan bahwa “seekor burung muncul tiba-tiba dari sebutir telur reptil” sama sekali tidak rasional. Sebagaimana diakui oleh evolusionis sendiri evolusi dari satu spesies ke spesies lain membutuhkan perubahan besar informasi genetis yg menguntungkan. AKan tetapi tidak ada mutasi yg memperbaiki informasi genetis atau menambahkan informasi baru padanya. Mutasi hanya merusak informasi genetis.   
            Dengan demikian “mutasi besar-besaran” yg digambarkan oleh model puntuated equlibrium hanya akan menyebabkan pengurangan atau perusakan “besar-besaran” pada informasi genetis. Lebih jauh lagi model puntuated equilibrium runtuh sejak pertama kali muncul krn ketidakmampuannya menjawab pertanyaan tentang asal-usul kehidupan pernyataan serupa yg menggugurkan model neo-Darwinis sejak awal. Karena tidak satu protein pun yg muncul secara kebetulan perdebatan mengenai apakah organisme yg terdiri dari milyaran protein mengalami proses evolusi secara “tiba-tiba” atau “bertahap” tidak masuk akal. Kendati demikian neodarwinisme masih menjadi model yg terlintas dalam pikiran ketika “evolusi” menjadi pokok perbincangan dewasa ini. Dalam bab-bab selanjutnya kita akan melihat dua mekanisme rekaan model neodarwinis kemudian memeriksa catatan fosil utk menguji model saat ini. Setelah itu kita akan membahas pertanyaan tentang asal usul kehidupan yg menggugurkan model neodarwinis dan semua model evolusionis lain seperti “evolusi dgn lompatan” . Sebelumnya ada baiknya mengingatkan pembaca bahwa fakta yg akan kita hadapi di tiap tahap adl bahwa skenario evolusi merupakan sebuah dongeng belaka kebohongan besar yg sama sekali bertentangan dgn dunia nyata. Ini adl sebuah skenario yg telah digunakan utk membohongi dunia selama 140 tahun. Berkat penemuan-penemuan ilmiah terakhir usaha kontinu yg mempertahankan teori tersebut akhirnya menjadi mustahil. 

sumber : http://blog.re.or.id/sejarah-singkat-teori-evolusi-keruntuhan-teori-evolusi-ii.htm